Jalan provinsi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), kembali menjadi sorotan setelah video aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan lingkar provinsi viral di media sosial. Aksi ini muncul sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi jalan yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Video tersebut menunjukkan tindakan radikal yang dilakukan oleh warga Long Layu, Krayan Selatan, untuk menyampaikan keluhan mereka kepada pemerintah.
Kepala Desa Long Layu, Chanter, mengonfirmasi bahwa aksi ini adalah bentuk dukungan penuh atas perasaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa proyek jalan dari Pemerintah Provinsi Kaltara selama bertahun-tahun tidak memberikan dampak nyata. “Saya dukung saja dengan apa yang sudah dibuat di jalan itu. Selama ini jalan itu selalu dikerjakan hanya dengan judul perawatan,” ujarnya. Menurutnya, proses perawatan hanya berupa pembersihan titik yang parah dan meratakan tanah, tetapi tidak memberikan pengerasan yang memadai.
Chanter juga menyebutkan bahwa tahun ini saja sudah ada sekitar empat kali kegiatan perawatan di jalur lingkar provinsi yang menghubungkan Krayan. Namun, kontraktor hanya melakukan pengerjaan ringan tanpa menggunakan material agregat atau batu untuk pengerasan. Akibatnya, jalan yang rusak kembali memburuk karena curah hujan tinggi dan aktivitas kendaraan yang terus-menerus melintas.
Kondisi infrastruktur yang tidak memadai ini sangat berdampak pada perekonomian warga perbatasan. Sulitnya akses membuat harga-harga sembako di Krayan melonjak drastis. “Masyarakat Krayan tidak membutuhkan program Makan Bergizi Gratis (MBG),” tegas Chanter. Ia menilai, anggaran tersebut lebih baik dialihkan untuk membangun jalan. “Lebih baik, anggaran MBG digunakan untuk perbaiki jalan. Kalau untuk beras atau makanan, mudah saja kita cari di daerah sini.”
Terdapat tiga titik jalan dengan kondisi rusak terparah yang mendesak untuk ditimbun. Chanter menegaskan bahwa pohon-pohon pisang yang ditanam di tengah jalan akan dibiarkan hingga pemerintah benar-benar datang memperbaiki jalan dengan layak. “Harapan saya untuk warga ya bersabar saja dulu menunggu pemerintah. Tapi masyarakat sangat mendukung aksi (tanam pisang) itu,” tambahnya.

Terpisah, Camat Krayan Selatan, Oktovianus Ramli, menjelaskan teknis pengerjaan di lapangan yang memicu kemarahan warga. Ia menyebut pola pengerjaan tersebut dengan istilah ‘disapu’, yaitu hanya meratakan tanah tanpa pengerasan agregat atau batu. “Teknis di lapangan itu kalau istilah orang di sini ‘disapu’. Maksudnya didorong (alat berat), kelihatan bagus memang. Tapi setelah itu hujan, ya kembali ke semula. Jadi kubangan lagi,” ujar Oktovianus saat dihubungi.

Permasalahan ini bukan hanya terjadi di Krayan Selatan, tetapi juga terjadi di beberapa daerah lain di Kalimantan Barat. Warga sering kali mengeluh tentang jalan provinsi yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki, meskipun telah lama menjadi prioritas pemerintah. Masalah ini mencerminkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur yang layak bagi masyarakat.

Penyebab dan Dampak
- Penganggaran yang Tidak Efektif: Banyak proyek jalan provinsi tidak memiliki anggaran yang cukup untuk pembangunan permanen.
- Teknik Pengerjaan yang Tidak Memadai: Penggunaan metode seperti ‘disapu’ tanpa pengerasan agregat atau batu menyebabkan jalan cepat rusak.
- Curah Hujan Tinggi: Wilayah Kalimantan Barat memiliki curah hujan yang tinggi, sehingga jalan yang tidak kuat akan segera rusak.
- Aktivitas Kendaraan yang Padat: Jalan provinsi sering dilewati kendaraan berat, yang mempercepat kerusakan.
- Ketidakefisienan Pemerintah: Ada indikasi bahwa pemerintah tidak secara konsisten memantau proyek infrastruktur.
Solusi yang Diharapkan

- Peningkatan Anggaran: Pemerintah perlu meningkatkan anggaran untuk pembangunan jalan yang permanen.
- Pemantauan Proyek: Pemerintah harus lebih aktif dalam memantau proyek infrastruktur agar tidak terjadi kesalahan teknis.
- Penggunaan Material Berkualitas: Jalan perlu dibangun dengan material yang tahan terhadap cuaca dan beban kendaraan.
- Partisipasi Masyarakat: Warga perlu diberdayakan untuk memberikan masukan dan pengawasan terhadap proyek infrastruktur.
- Transparansi Informasi: Pemerintah perlu lebih transparan dalam memberikan informasi tentang progres dan hasil proyek jalan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan

Q: Apa penyebab utama jalan provinsi di Kalimantan Barat rusak?
A: Penyebab utamanya adalah penggunaan teknik perbaikan yang tidak memadai, anggaran yang tidak cukup, serta curah hujan yang tinggi.
Q: Bagaimana dampak jalan rusak terhadap masyarakat?
A: Jalan rusak menyebabkan sulitnya akses, meningkatkan biaya transportasi, dan memengaruhi ekonomi masyarakat.
Q: Apa solusi yang bisa dilakukan pemerintah?
A: Pemerintah perlu meningkatkan anggaran, memperbaiki teknik pengerjaan, dan memastikan transparansi dalam proyek infrastruktur.
Kesimpulan
Masalah jalan provinsi yang rusak di Kalimantan Barat merupakan isu yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah. Aksi warga menanam pohon pisang di tengah jalan adalah cerminan dari kekecewaan dan ketidakpuasan masyarakat terhadap pengelolaan infrastruktur. Untuk menyelesaikan masalah ini, diperlukan komitmen yang kuat dari pemerintah, peningkatan anggaran, serta penggunaan teknik yang tepat dan efektif. Hanya dengan langkah-langkah konkret ini, jalan provinsi dapat menjadi sarana yang aman dan nyaman bagi masyarakat.


